Dugaan pungutan liar di SPBU Laulalang makin menguat. Sejumlah petani yang membeli BBM subsidi mengaku di hadapan penyidik Tipidter Polres Tolitoli bahwa mereka mengalami pemotongan Rp10.000 setiap jerigen.
Pengakuan itu disampaikan saat pemeriksaan saksi, Sabtu (20/8) 2026, bersamaan dengan pemeriksaan pengawas SPBU Laulalang.
Agus salah satu petani yang di periksa penyidik Tipidter Polres saat di konfirmasi media ini mengaku di hadapan penyidik setiap pembelian BBM solar ada biaya tambahan sebesar 10 ribu rupiah setiap jerigen, dan kejadian penambahan biaya ini sudah sejak lama di berlakukan di SPBU Laulalang.
BACA JUGA. : SPBU Laulalang DISOROT
” Saya sampaikan di hadapan penyidik pak,, kalau setiap pembelian BBM solar ada penambahan biaya 10 ribu setiap jerigen, kebetulan pengawas SPBU Rahmat ada di ruangan penyidik, dan sempat penyidik tanyakan ke Rahmat, namun Rahmat hanya menunduk,” kata Agus petani asal Desa Salumpaga.
Ia juga menyampaikan selain dirinya ada juga yang dimintai keterangan yakni petani dan operator SPBU serta pengawas SPBU Laulalang.
BACA JUGA. : APH Diminta Lakukan Penindakan Terkait Dugaan Pungli Di SPBU Laulalang
” Petani, pengawas SPBU dan operator SPBU Juga Diperiksa Di hari yang sama, kamis(20/8) oleh penyidik Tipidter selama kurang lebih 2 jam,” ungkapnya.
Sumber resmi di polres Tolitoli membenarkan permintaan keterangan para saksi terkait dugaan pungli di SPBU Laulalang.
” Sudah ada yang di mintai keterangan dari pengawas dan beberapa petani. Ada laporan pemotongan jatah dan pungli Rp10.000 per jerigen. Ini sedang di dalami,” tegasnya.
Selain pungli, penyidik juga mendalami laporan pemotongan kuota. Seharusnya 500 liter per minggu, namun yang disalurkan hanya 450 liter.
BACA JUGA. : Penyidik Tipidter Polres Tolitoli Periksa Pengawas SPBU Laulalang
Penyidik Unit Tindak Pidana Tertentu atau Tipidter Satreskrim Polres Tolitoli memeriksa pengawas SPBU Laulalang, Kecamatan Tolitoli Utara, pada kamis (20/8) 2026, Pemeriksaan fokus pada dugaan pemotongan jatah BBM bersubsidi dan pungutan liar.
Menurutnya, pemeriksaan pengawas SPBU berinisial RH terkait mekanisme penyaluran, data barcode, dan adanya laporan dugaan penimbunan di gudang yang ada di lokasi SPBU serta dugaan pungli setiap pengisian jerigen.
Sementara Ketua Forum Lintas Pemuda Tolitoli, Ardan mendesak kepada penyidik untuk memeriksa pemilik SPBU, karena kemungkinan ada peran manajemen terkait pemungutan biaya tambahan setiap pengisian jerigen.
“Jangan Hanya Pengawas, Dalami Juga Peran Manajemen” tegas Ardan.
Desakan itu muncul setelah penyidik Tipidter memeriksa pengawas SPBU Laulalang dan sejumlah petani pemilik barcode serta operator SPBU pada kamis lalu, atas laporan pemotongan jatah dan pungli Rp10.000 per jerigen.
“Yang punya kebijakan, yang mengatur kuota dan aliran dana itu pemilik SPBU. Jadi jangan hanya pengawas yang di periksa, pemilik SPBU juga harus di mintai keterangan,” tegasnya,
Ardan, menilai ada kemungkinan sistemik dalam dugaan pungli dan penimbunan tersebut. Karena itu pemilik SPBU harus dimintai keterangan untuk mengklarifikasi alur bisnis dan pengawasan internal. *Ags









