Pelaksana Proyek Preservasi Tumora – Taripa,  Fokus Pada Penanganan Pelebaran Jalan

Deviasi Plus, Realisasi Target Terlampaui

Pekerjaan penanganan Preservasi Jalan Tumora batas Poso – dalam Kota Poso – Tagolu – Taripa Proyek di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, terus dikebut.

PT Jaya Bersama Makmur selaku kontraktor pelaksana kini memfokuskan pekerjaan pada pelebaran ruas jalan dan penanganan titik rawan macet di jalur Tentena–Taripa.

Adiarto Pratomo, General Superintendent PT Jaya Bersama Makmur, mengatakan progres fisik pekerjaan di lapangan saat ini telah memasuki tahap LPB dan LPA pada area pelebaran.

Selain itu, rehabilitasi minor sepanjang 1,8 kilometer telah selesai diaspal.

“Progress fisik di lapangan sudah mulai LPB dan LPA di area pelebaran. Rehabilitasi minor 1,8 km selesai teraspal. Rutin kondisi dan holding. Progres 16,4 deviasi plus +5,9%,” kata Adiarto melalui keterangan tertulis yang diterima media ini, Sabtu (9/5/2026).

Proyek preservasi jalan Poso ini menjadi salah satu pekerjaan infrastruktur strategis di jalur nasional yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kabupaten Poso.

Penanganan jalan dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Dalam pelaksanaannya, PT Jaya Bersama Makmur fokus pelebaran jalan pada ruas Tentena–Taripa.

Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan kapasitas jalan sekaligus mengurangi potensi kemacetan di sejumlah titik sempit.

“Untuk saat ini kami fokus di lingkup pelebaran pada ruas Tentena–Taripa,” ujar Adiarto.

Ia menambahkan, target pekerjaan dalam waktu dekat adalah penyelesaian gajian biasa pada area tebing serta pelebaran di titik-titik rawan macet yang dinilai mendesak untuk segera ditangani.

“Target dalam waktu dekat ini kami fokus pada penyelesaian gajian biasa pada area tebing dan pelebaran pada area-area yang rawan macet,” katanya.

Perbaikan jalan nasional Tentena Taripa terbaru juga mencakup rehabilitasi minor yang kini mulai menunjukkan progres signifikan.

Sejumlah ruas telah masuk tahap pengaspalan sebagai bagian dari peningkatan standar layanan jalan nasional.

Namun, proyek dengan nilai kontrak sekitar Rp39 miliar itu masih menghadapi tantangan di lapangan.

Faktor cuaca menjadi hambatan utama, terutama di wilayah Desa Didiri yang menjadi area pelebaran menuju standar jalan nasional.

“Tantangan terbesar sejauh ini adalah cuaca yang seringkali hujan di wilayah Desa Didiri, area pelebaran menuju standar,” jelas Adiarto.

Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat sejumlah pekerjaan lapangan harus disesuaikan agar kualitas konstruksi tetap terjaga.

Meski demikian, pihak kontraktor memastikan pekerjaan terus berjalan sesuai target progres yang telah ditetapkan.

PT Jaya Bersama Makmur berharap Proyek Preservasi Jalan Tentena Taripa dapat selesai tepat waktu dan memenuhi standar mutu yang ditetapkan pemerintah.

“Harapan kami semoga proyek ini dapat selesai dengan baik, tepat waktu dan tepat mutu sehingga dapat bermanfaat bagi pengguna jalan khususnya yang melintas di ruas Tentena–Taripa,” tutur Adiarto.

Rampungnya proyek preservasi jalan nasional ini diharapkan mampu memperlancar konektivitas antarwilayah di Kabupaten Poso sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Sulawesi Tengah.***