Program BERANI LANCAR yang diinisiasi Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mulai tancap gas pada 2026. Sebanyak 12 ruas jalan strategis bakal dibangun dengan anggaran jumbo mencapai Rp604,8 miliar demi membuka akses wilayah terisolasi, memperlancar distribusi hasil produksi masyarakat, hingga memperkuat konektivitas antarwilayah di Sulawesi Tengah.
Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah, Faidul Keteng, menegaskan Program BERANI LANCAR tidak sekadar proyek pembangunan jalan biasa.
Pemerintah daerah menargetkan infrastruktur jalan menjadi pengungkit ekonomi baru yang mampu menekan biaya logistik, mempercepat mobilitas masyarakat, dan mendorong pemerataan pembangunan daerah.
“Program BERANI LANCAR diarahkan untuk memperbaiki kualitas jalan, membuka akses desa, memperlancar distribusi hasil produksi masyarakat, dan memperkuat konektivitas antarwilayah,” kata Faidul Keteng melalui pesan tertulis yang diterima media ini, Selasa (12/5/2026).
Dalam implementasinya, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah menyiapkan lima langkah utama untuk mendukung Program BERANI LANCAR Gubernur Anwar Hafid.
Langkah tersebut meliputi menerjemahkan visi gubernur menjadi paket pekerjaan fisik, menetapkan prioritas ruas berdasarkan konektivitas dan dampak ekonomi, menggunakan skema multiyears agar pekerjaan tidak terputus, melakukan asesmen dan pemetaan kondisi jalan berbasis data, hingga mengawasi mutu dan progres proyek secara terbuka.
Menurut Faidul, pembangunan 12 ruas jalan itu tidak sekadar proyek fisik semata.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah ingin menjadikan pembangunan jalan sebagai instrumen pemerataan konektivitas antarwilayah.
“Prioritas yang ingin dicapai ialah meningkatkan konektivitas antarwilayah, membuka keterisolasian wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat dan pelayanan dasar, serta memperkuat wilayah strategis ekonomi,” ujarnya.
Saat ini, panjang jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tercatat mencapai 1.683,15 kilometer. Dari total tersebut, tingkat kemantapan jalan berada di angka 65,53 persen.
Pemerintah daerah menargetkan peningkatan kualitas infrastruktur jalan secara bertahap pada periode 2026–2028 agar konektivitas antardaerah semakin kuat dan distribusi barang menjadi lebih efisien.
Dinas Bina Marga juga memastikan kesiapan pengelolaan anggaran proyek jumbo tersebut berjalan transparan dan tepat sasaran.
Skema kontrak tahun jamak untuk 12 ruas jalan itu telah mendapatkan persetujuan DPRD Provinsi Sulawesi Tengah.
“Pelaksanaan akan dilakukan sebaik-baiknya mulai dari tahapan perencanaan, pemilihan rekanan, pengawasan hingga evaluasi pekerjaan,” kata Faidul.
Program BERANI LANCAR diproyeksikan menjadi pengungkit ekonomi baru di Sulawesi Tengah.
Pemerintah daerah menilai pembangunan jalan akan mempercepat arus orang, barang, jasa, dan hasil produksi antarwilayah.
Perbaikan jalan provinsi diyakini mampu menekan biaya logistik dan memangkas waktu tempuh antarkabupaten maupun antarkawasan produksi.
Kondisi itu dinilai penting bagi sektor pertanian, perikanan, perkebunan, hingga komoditas lokal yang selama ini menghadapi tingginya biaya distribusi akibat akses jalan rusak atau terbatas.
Selain itu, ruas jalan strategis juga diposisikan sebagai penghubung desa, kawasan ekonomi, sentra pertanian, sentra perikanan, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga menilai pembangunan jalan akan mendorong pemerataan pembangunan di sejumlah wilayah prioritas seperti Morowali Utara, Banggai, dan Banggai Kepulauan yang memiliki peran strategis terhadap mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi daerah.
Untuk memastikan proyek berjalan sesuai target mutu dan waktu, pengawasan dilakukan tidak hanya oleh internal Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah, tetapi juga melibatkan konsultan pengawas independen.
Program BERANI LANCAR sendiri menjadi salah satu strategi utama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam memperkuat konektivitas kawasan sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis infrastruktur jalan.***











