Respons cepat BPJN Sulteng menjadi bagian dari langkah sigap Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam menangani dampak gempa bumi Magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa lalu (16/6).

Kementerian PU langsung menerjunkan personel, tim teknis, dan alat berat guna memastikan kondisi infrastruktur tetap aman serta mendukung penanganan darurat di wilayah terdampak.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar layanan infrastruktur dasar tetap berfungsi dan mobilitas masyarakat tidak terganggu pascagempa.
“Sejak awal terjadinya bencana, Kementerian PU telah bergerak cepat dengan menurunkan tim personel untuk melakukan respons darurat, inspeksi infrastruktur terdampak, serta mendukung komando penanganan darurat daerah,” kata Dody yang dikutip dari Pasardana.id, Rabu (17/6).
Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, Kementerian PU melakukan pemantauan dan pemeriksaan sejumlah ruas jalan dan jembatan di wilayah terdampak, meliputi Kota Palu serta Kabupaten Sigi, Poso, Donggala, dan Parigi Moutong.
Sebagai tindak lanjut intruksi Menteri Dody, Tim Teknis BPJN Sulawesi Tengah melaksanakan pemeriksaan lanjutan secara detail terhadap Jembatan Palu 4 dan Jembatan Palu 1.
Pemeriksaan dilakukan setelah inspeksi awal sesaat pascagempa untuk memastikan kondisi struktur kedua jembatan secara menyeluruh.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan kerusakan struktural pada Jembatan Palu 4 maupun Jembatan Palu 1.
Dengan demikian, kedua jembatan tersebut dinyatakan aman dan tetap dapat digunakan untuk mendukung aktivitas masyarakat serta konektivitas antarwilayah.
Kepala BPJN Sulawesi Tengah Bambang S. Razak yang di konfirmasi di Palu Kamis 18 Juni 2026, juga memastikan hasil pemeriksaan detail yang dilakukan pada 17 Juni tidak menemukan kerusakan struktural pada jembatan yang diperiksa.
“Pemeriksaan kembali secara detail telah dilakukan dan tidak terdapat kerusakan struktural sehingga jembatan dapat dikatakan aman untuk dilalui oleh masyarakat,” ujarnya.
Selain melakukan pemeriksaan infrastruktur, BPJN Sulteng siagakan alat berat dan material tanggap darurat sebagai bagian dari langkah antisipatif menghadapi dampak lanjutan pascagempa.
Peralatan yang disiapkan meliputi DRU Excavator, Wheel Loader, serta material tanggap darurat yang ditempatkan di Workshop Peralatan BPJN Sulawesi Tengah.
Kesiapan peralatan tersebut dilakukan untuk mendukung respons cepat BPJN tangani dampak gempa sekaligus memastikan akses transportasi masyarakat tetap terjaga apabila terjadi gangguan infrastruktur di wilayah terdampak.
Sebagai bagian dari percepatan penanganan darurat, BPJN Sulawesi Tengah juga mengirimkan satu unit excavator ke Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi pada Rabu (17/6).
Menurut Menteri Dody, alat berat tersebut dikerahkan untuk membantu pembersihan dan pembukaan akses jalan pascagempa sehingga mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan dapat berjalan lancar.
Langkah ini sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana serta menjaga kelancaran jalur logistik dan akses masyarakat.
Sementara itu, BPJN Sulawesi Tengah juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu terkait kondisi Jembatan Palu 3 yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Palu.
BPJN menyatakan siap memberikan dukungan maupun advis teknis apabila diperlukan.
Untuk saat ini, penanganan dan pemeriksaan BPJN Sulawesi Tengah difokuskan pada Jembatan Palu 4 dan Jembatan Palu 1 yang menjadi kewenangan Kementerian PU.
Bambang menegaskan pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap infrastruktur strategis di wilayah terdampak guna memastikan keselamatan masyarakat, menjaga konektivitas, serta mendukung aktivitas perekonomian pascabencana.
Menurutnya, respons cepat BPJN SUlteng terhadap kondisi infrastruktur merupakan bagian dari komitmen Kementerian PU dalam menghadapi bencana melalui penyediaan infrastruktur yang aman, andal, dan tangguh bagi masyarakat.***











