Pemerintah bersama Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (APDURIN) resmi meluncurkan branding nasional “Volcano Durian Indonesia” dalam kegiatan Berani Ekspor Raya Durian Sulteng Nambaso di Palu, Sulawesi Tengah.

Peluncuran merek kolektif ini bertujuan menciptakan identitas tunggal yang kuat bagi komoditas durian nasional untuk bersaing di pasar ekspor global.
Pemilihan nama “Volcano Durian” didasari atas kondisi geografis Indonesia yang berada di jalur cincin api (ring of fire). Lahan vulkanik yang kaya mineral diyakini menjadi faktor utama yang memberikan keunggulan komparatif berupa rasa durian yang lebih kompleks dan natural dibandingkan negara pesaing.
Sekretaris Jenderal APDURIN, Aditya Pradewo, menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi untuk menyatukan ratusan varietas durian Indonesia di bawah satu payung identitas.
Menurutnya, selama ini keragaman varietas justru kerap membuat posisi tawar Indonesia tidak fokus di pasar internasional.
“Indonesia memiliki ratusan varietas durian, ini kekuatan kita. Namun di pasar global, terlalu banyak pilihan justru membuat kita tidak memiliki satu identitas yang kuat. Inilah yang membuat durian Indonesia memiliki rasa yang lebih kuat, lebih kompleks, dan lebih natural,” ujar Aditya dalam sambutannya di Palu, Jumat (17/4/2026).
Aditya menambahkan bahwa Sulawesi Tengah, khususnya Palu, dipilih sebagai lokasi peluncuran karena posisinya yang strategis sebagai pintu gerbang ekspor durian nasional.
Branding dengan slogan “Lahir dari Ibu Pertiwi, Disempurnakan oleh Alam” ini diharapkan menjadi standar kualitas baru bagi eksportir durian.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Kadin Kabupaten Parigi Moutong, Faradiba Zaenong, memberikan apresiasi atas kolaborasi pemerintah dan asosiasi.
Ia mendorong para pelaku usaha, terutama pemilik packing house, untuk segera mengadopsi logo dan identitas Volcano Durian Indonesia dalam setiap produk ekspor mereka.
“Kami mengajak seluruh pengusaha untuk bersama-sama menggaungkan dan menggunakan logo Volcano Durian Indonesia. Dengan satu identitas yang sama, kita akan lebih kuat, lebih dipercaya, dan lebih siap bersaing secara global,” kata Faradiba.
Langkah ini diproyeksikan menjadi gerakan nasional yang tidak hanya meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi petani, tetapi juga memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam industri durian dunia.
Penggunaan identitas tunggal diyakini akan mempermudah proses pemasaran dan pengenalan produk di negara-negara tujuan ekspor.*dd











