BPJN Sulawesi Tengah Terus Memacu Konektivitas Jalan dan Jembatab Agar Tetap Mantap, Aman Dan Terus Fungsional Melalui pekerjaan Pekerjaan dilapangan.

Di tengah tantangan cuaca dan medan yang tidak mudah, Proyek Preservasi Jalan Tinombo Sinei Ampibabo Toboli justru melaju kencang. Menjelang akhir 2025, capaian fisiknya bukan hanya mendekati garis finis, tetapi juga berhasil melampaui target perencanaan, ini sebuah sinyal optimisme bagi percepatan konektivitas wilayah.
Capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Proyek Preservasi Jalan Sulawesi Tengah ini berada di jalur yang tepat untuk rampung sesuai kontrak. Proyek dengan nilai Rp9,33 miliar ini dilaksanakan selama 199 hari kalender, terhitung sejak kontrak ditandatangani pada 16 Juni 2025.
“Target penyelesaian kontrak di akhir Desember 2025 insyaallah tercapai 100%,” ujar Nurhasna ST, MT, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2 Provinsi Sulawesi Tengah, saat dikonfirmasi.
Dalam pelaksanaannya, Preservasi Jalan Tinombo Ampibabo tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas perkerasan, tetapi juga menyasar titik-titik rawan bencana. Salah satu pekerjaan krusial adalah penanganan longsoran Sinei Ampibabo di Km 127+900 dan Km 127+950.
Pada dua lokasi tersebut, pekerjaan pasangan batu mortar telah diselesaikan 100%. Penanganan ini menjadi kunci menjaga stabilitas badan jalan yang selama ini rawan terdampak longsor, terutama saat musim hujan.
Tak hanya itu, pada ruas Ampibabo–Toboli, pekerjaan drainase jalan serta pekerjaan AC-WC ASB Butir telah rampung sepenuhnya di Km 76+100 dan Km 102+350. Sementara di ruas Tinombo–Sinei, pekerjaan serupa juga telah tuntas di Km 170+050.
Adapun pada Proyek jalan Tinombo Sinei dan ruas Sinei–Ampibabo, paket pekerjaan drainase dan perkerasan AC-WC ASB Butir di Km 102+350 juga telah mencapai kondisi 100%.
Nurhasna menjelaskan, saat ini hanya tersisa pekerjaan minor berupa finishing di beberapa titik. “Tinggal pekerjaan finishing concrete (FC) di bahu jalan pada dua box terakhir, serta pekerjaan pasangan batu di wingwall tiga box,” jelasnya.
Ia mengakui bahwa faktor cuaca sempat menjadi tantangan utama di lapangan. Curah hujan yang cukup tinggi sempat menghambat pekerjaan longsoran. Namun, kendala tersebut berhasil diatasi tanpa berdampak signifikan terhadap target keseluruhan proyek.
“Alhamdulillah kendalanya hanya hujan. Secara teknis tidak ada masalah besar dan semua bisa diselesaikan dengan baik,” ujarnya.
Rampungnya preservasi ruas jalan Ampibabo Toboli hingga Tinombo–Sinei diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah di Sulawesi Tengah. Infrastruktur jalan yang mantap menjadi tulang punggung mobilitas logistik, distribusi hasil pertanian, serta aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Dengan capaian progres yang melampaui rencana, proyek ini menjadi contoh bahwa pembangunan infrastruktur daerah dapat berjalan efektif, tepat waktu, dan berkualitas meski dihadapkan pada tantangan alam.
Jika tak ada aral melintang, Preservasi Jalan Tinombo Sinei Ampibabo Toboli akan resmi tuntas 100% pada akhir Desember 2025, sekaligus menutup tahun dengan catatan positif bagi pembangunan jalan nasional di Sulawesi Tengah.
Data & Foto Milik PPK 2.2 BPJN Sulteng











