Jalan Nasional Tolai-Sausu Melaju sampai menyentuh progres Deviasi Positif . Jika melihat sejumlah proyek infrastruktur masih berjibaku mengejar target, Pilot Project SBSN Tolai Sausu justru melaju lebih cepat.

Progres fisik paket Preservasi Jalan Tolai-Sausu telah mencapai 36,41%, melampaui target 31,62% dengan deviasi positif sebesar 4,79%.
Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi percepatan pembangunan infrastruktur Jalan Nasional di Sulawesi Tengah.
Hingga saat ini, paket pekerjaan dengan nilai kontrak Rp112,69 miliar tersebut juga berstatus tidak kritis, meski masih menyisakan waktu pelaksanaan 214 hari.
General Superintendent (GS) PT Putra Nanggroe Aceh KSO PT Bina Kaili, Hikmawati, mengungkapkan capaian progres di atas target tidak terjadi secara kebetulan.
Tim proyek menerapkan pola percepatan pada setiap item pekerjaan yang disertai evaluasi berkala di lapangan.
“Kami membuat rencana kerja percepatan terhadap masing-masing item pekerjaan dan totalitas tim yang solid sehingga selalu melakukan evaluasi terhadap target dari rencana yang dibuat,” ujar Hikmawati.
Berdasarkan data proyek, paket Preservasi Jalan Tolai-Sausu memiliki pagu anggaran sebesar Rp119.358.509.000,00 dengan nilai kontrak Rp112.698.672.000,00.
Dari sisi waktu pelaksanaan, proyek telah berjalan selama 153 hari dengan sisa waktu kontrak 214 hari.
Tidak hanya berdasarkan skema Multi Years Contract (MYC), capaian tahunan proyek juga menunjukkan tren positif.
Realisasi fisik tahun 2026 mencapai 37,23%, melampaui target 30,32% dengan deviasi positif sebesar 6,91%.
Hikmawati mengatakan sejumlah item pekerjaan menjadi motor utama percepatan progres proyek.
“Pekerjaan Aspal, Lapis Pondasi Agregat Klas A, Lapis Pondasi Agregat Klas B, dan pekerjaan Pas Batu Mortar yang hampir finish,” katanya saat yang dijelaskan pekerjaan yang paling berkontribusi terhadap percepatan paket tersebut.
Data lapangan menunjukkan hampir seluruh item pekerjaan mencatatkan realisasi di atas target.
Pekerjaan Rutin Jalan mencapai 51,54% dari target 41,86% atau deviasi positif 9,68%.
Rutin Kondisi mencapai 41,70% dari target 36,05% dengan deviasi 5,65%. Selanjutnya, pekerjaan Rutin Jembatan terealisasi 47,50% dibanding target 44,60% atau deviasi 2,90%.
Penanganan Drainase mencapai 58,78% dari target 57,21% dengan deviasi 1,57%. Pada pekerjaan Pelebaran Jalan, realisasi tercatat 31,69% dibanding target 27,44% atau deviasi 4,25%.
Sementara Rehabilitasi Jembatan mencapai 64,34% dari target 59,86% dengan deviasi positif 4,48%. Capaian paling menonjol tercatat pada Pemeliharaan Berkala Jembatan.
Realisasi pekerjaan telah mencapai 85,47%, jauh melampaui target 28,21% dengan deviasi positif mencapai 57,26%.
Meski progres telah melampaui target, tim proyek belum mengendurkan percepatan pekerjaan.
Evaluasi harian menjadi instrumen utama untuk menjaga ritme pelaksanaan hingga akhir masa kontrak.
“Selalu membuat rencana kerja percepatan yang dievaluasi tiap hari sehingga jika tidak tercapai hari ini kami akan mengejar target tersebut esok harinya, begitu seterusnya,” ujar Hikmawati.
Strategi tersebut dinilai penting untuk menjaga konsistensi progres sekaligus memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai standar mutu dan jadwal yang telah ditetapkan.
Percepatan progres proyek ini diharapkan memperkuat konektivitas ruas Jalan Nasional Tolai-Sausu yang menjadi salah satu urat nadi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di kawasan Sulawesi Tengah.
Selain meningkatkan kemantapan jalan, proyek yang didukung melalui sumber pendanaan SBSN Tolai Sausu tersebut juga diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, memperlancar arus barang dan jasa, serta meningkatkan aksesibilitas antarwilayah.
Dengan progres fisik mencapai 36,41% dan deviasi positif 4,79%, Pilot Project SBSN Tolai Sausu saat ini menjadi salah satu paket preservasi jalan yang menunjukkan kinerja konstruksi di atas target pada tahun berjalan.











