Proyek Preservasi Jalan Pagimana Batui di Sulawesi Tengah terus menunjukkan perkembangan positif.
Paket pekerjaan senilai Rp9.278.210.000 yang dikerjakan oleh CV Tanjung Lautan Api kini mencatat progres fisik mencapai 48,43% dan masih berjalan sesuai jadwal kontrak.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Sulawesi Tengah, Ibrahim Tjane, mengatakan pekerjaan preservasi pada ruas strategis tersebut ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026.
Hingga saat ini, pelaksanaan pekerjaan masih berada dalam koridor target yang telah ditetapkan.
Dalam paket pekerjaan ini, ruas yang ditangani mencapai 128,40 kilometer.
Salah satu pekerjaan utama yakni Pengaspalan Jalan Pagimana Batui menggunakan lapis aus AC-WCAsb telah mencapai 1,4 kilometer dari total target 1,6 kilometer.
Tak hanya itu, pekerjaan sandsheet sepanjang 800 meter juga telah rampung seluruhnya.
Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi percepatan peningkatan kualitas layanan Jalan Nasional Pagimana-Batui.
“Progres fisik saat ini mencapai 48,43 persen dan masih sesuai jadwal kontrak,” ujar Ibrahim Tjane.
Selain pekerjaan perkerasan jalan, proyek preservasi ini juga mencakup sejumlah penanganan penting lainnya.
Mulai dari penanganan longsoran, rehab minor, rutin kondisi jalan, holding, hingga pekerjaan berkala jembatan yang menjadi bagian dari upaya menjaga kemantapan ruas jalan nasional tersebut.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan, penanganan di beberapa titik sepanjang ruas Pagimana-Batui juga dilakukan melalui pemasangan rambu baliho pemberitahuan kondisi rawan longsor.
Langkah ini dilakukan untuk memberikan informasi dan peringatan dini kepada pengguna jalan saat melintasi kawasan yang memiliki potensi gerakan tanah, terutama pada musim hujan.
Koridor Pagimana-Batui sendiri merupakan salah satu jalur strategis yang menopang mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Sulawesi Tengah.
Karena itu, aspek keselamatan dan kemantapan jalan menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan proyek preservasi ini.
Di tengah progres pekerjaan yang terus meningkat, faktor cuaca masih menjadi tantangan utama di lapangan.
Namun demikian, kondisi tersebut belum mengganggu target penyelesaian proyek.
“Alhamdulillah kendala selama ini hanya di cuaca, kalau sore sudah mulai turun hujan,” kata iim
Dengan capaian hampir separuh pekerjaan terselesaikan dan sejumlah item utama yang sudah mendekati target, Update Jalan Nasional Pagimana menunjukkan perkembangan positif.
Apabila ritme pekerjaan tetap terjaga, proyek Preservasi Jalan Pagimana Batui berpotensi selesai sesuai target kontrak pada 31 Desember 2026.
Penyelesaian proyek ini diharapkan semakin memperkuat konektivitas wilayah, meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di sepanjang koridor Pagimana-Batui.
Keberadaan rambu peringatan rawan longsor juga menjadi bagian penting dalam menciptakan perjalanan yang lebih aman bagi pengguna Jalan Nasional di wilayah tersebut.***











