Langkah politik Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia ( PSI) Sulteng Agus Lamakarate menemui dan bersilaturrahmi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulteng merupakan strategi penting dalam dinamika politik di daerah ini.
Apalagi partai besutan Kaesang Pangarep menempatkan diri sebagai partai yang secara konsisten melawan radikalisme dan intoleran di Negeri ini.
Silaturahmi antara Ketua PSI dengan Ketua FKUB Prof ĶH Zainal Abidin dan Sekjen Dr Munif Godal yang berlangsung di Sekretariat MUI Kota Palu, Rabu 16 Maret 2026 dihadiri Pendeta Herson Wakil Ketua FKUB perwakilan Pante Kosta, Agus Tinus Motoh perwakilan Katholik, Lukito Handoyo perwakilan agama Budha serta Wakil OKK PSI Sulteng Verawaty Pangkey.
Dalam kesempatan tersebut Agus Lamakarate mengungkapkan bahwa kunjugan pengurus PSI Sulteng keberbagai Ormas Islam ini merupakan rangkaian dari safari politik dibulan suci Ramadhan guna memerkuat jalinan tali silaturahmi.
Agus berharap melalui pertemuan ini akan lahir kesepahaman bagaimana menjaga serta memelihara harmonisasi dan keberagaman di masyarakat.
Menurut Ketua FKUB Prof Zainal Abidin, PSI merupakan satu-satunya partai yang mendatangi FKUB. Olehnya itu FKUB siap berkolaborasi atau bekerja sama dengan PSI dalam upaya melawan paham radikalisme dan intoleran.
Prof Zainal Abidin juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas kehadiran ketua dan pengurus PSI ini sungguh sebuah kehormatan.
” FKUB siap bekerja sama dengan PSI dalam membangun keberagaman dan toleransi dengan menolak paham radialisme dan intoleran,” ujar Prof Zainal yang juga Ketua MUI Kota Palu.
Menurut Prof Zainal Abidin, apa yang dilakukan PSI Sulteng saat ini sesuatu langkah yang posifif karena hadir dan mau bersilaturahmi dengan Ormas-ormas keagamaan dan forun agama lainnya.
Ia juga optimis di bawah kepemimoinan Agus Lamakarate masa depan PSI Sulteng
PSI akan besar serta bisa diterima masyarakat.
” Saya hanya bisa memberi suport bukan mendukung sebab pengurus FUKB tidak bisa terlibat dalam tataran politik praktis,” ungkapnya.
FKUB dan PSI tambah Prof Zainal bisa bermitra dalam hal melawan intoleran dan radikalisme atau kekerasan dengan mengatasnamakan agama, apalagi memiliki pandangan yang sama dalam memperjuangkan kedaiamaian di masyarakat.
” Kedepan PSI harus menjadi garda terdepan dalam menjaga harmonisasi serta keberagaman di masyarakat,” pintanya
Terkait kerja-kerja partai, Ia menyarankan terkait seleksi caleg ditubuh PSI sebaiknya tidak hanya mengedepankan popularitas namun yang terpenting soal moralitas. ( AGS).











