Wujudkan BERANI LANCAR, Proyek Jalan Sabang – Baas DIPACU

Penanganan 12 KM , Hasil Akhir AC - wC

Pekerjaan paket ruas jalan Sabang-Baas (MYC) sepanjang 12 kilometer terus berjalan. Hingga 15 Agustus 2026, progres fisik proyek tersebut tercatat mencapai 6,91 persen.

BACA JUGA  :  Wujudkan BERANI LANCAR, Dinas Bina Marga Sulteng Kontrakkan 12 Ruas Jalan

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Paket Ruas Jalan Sabang-Baas, I Made Rai, mengatakan pekerjaan saat ini masih difokuskan pada kegiatan galian batu untuk mendukung pelebaran badan jalan.

“Untuk panjang penanganan 12 kilometer, item pekerjaan meliputi urpil, galian biasa, galian batu, pekerjaan struktur, LPA, hingga produk akhir berupa lapis aus aspal beton AC-WC,” kata I Made Rai.

Menurutnya, pekerjaan galian batu menjadi salah satu tahapan yang tengah dikebut di lapangan. Namun, pelaksanaan proyek menghadapi kendala pada ketersediaan material Lapis Pondasi Atas (LPA).

Material LPA berupa batu pecah yang didatangkan dari Ampana belum dapat masuk ke lokasi pekerjaan. Kondisi tersebut terjadi karena masih berlangsung proses negosiasi dengan pihak Syahbandar Luwuk terkait izin kapal untuk berlabuh dan mengangkut material.

“Kendala saat ini bahan baku LPA, yakni batu pecah dari Ampana, belum bisa masuk ke lokasi karena masih proses negosiasi dengan pihak Syahbandar Luwuk agar kapal bisa diizinkan berlabuh,” ujarnya.

Berani Lancar Dilounching, Bina Marga Sulteng  Rekonstruksi 24 Paket Jalan Dan Jembatan

Untuk mengantisipasi keterlambatan pasokan material dan menjaga laju pekerjaan, pihak pemilik proyek telah meminta pelaksana pekerjaan untuk menyiapkan alternatif jalur pengiriman material.

Salah satu strategi yang didorong adalah melakukan pemuatan material melalui Pelabuhan Salakan sembari menunggu proses perizinan dari pihak terkait di Luwuk.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pekerjaan LPA sekaligus mendongkrak capaian progres proyek hingga akhir September 2026.

“Kami dari pihak pemilik proyek meminta kepada PJ, sambil menunggu proses dan izin dari pihak terkait, agar melakukan pemuatan lewat Pelabuhan Salakan guna memacu pekerjaan LPA,” jelas I Made Rai.

Strategi tersebut dinilai penting untuk menjaga target pekerjaan agar tidak mengalami deviasi negatif terhadap rencana progres yang telah ditetapkan.

Selain aspek teknis, penyelesaian ruas Sabang-Baas juga dinilai memiliki arti penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Pasalnya, lokasi pekerjaan berada di kawasan yang berdekatan dengan sejumlah destinasi wisata, termasuk Danau Pai Supok dan Pantai Poganda.

Kedua kawasan tersebut mulai dikenal oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Peningkatan akses jalan diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus membuka akses yang lebih baik menuju kawasan wisata tersebut.

“Kami mengharapkan kiranya semua pihak dapat mendukung pekerjaan ini agar dapat terselesaikan dengan baik, tepat waktu, tepat mutu dan tepat biaya,” kata I Made Rai.

Penyelesaian proyek jalan tersebut juga diharapkan ikut memperkuat konektivitas wilayah dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.

Menurut I Made Rai, dukungan seluruh pihak menjadi penting agar berbagai kendala di lapangan, khususnya terkait mobilisasi material, dapat segera diselesaikan.

Paket ruas jalan Sabang-Baas ini diharapkan dapat berjalan sesuai target dan turut menyukseskan Program Berani Lancar yang menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid.***