Strategi Jemput Bola, Cadangan Beras Bulog Sulteng Aman

Perum Bulog Kanwil Sulawesi Tengah memastikan ketahanan pangan daerah berada di titik aman. Dua capaian besar jadi bukti, cadangan beras di gudang Bulog Sulteng kini tembus 21.000 ton dan target penyerapan beras lokal sebesar 11.300 ton telah tercapai 100 persen.

Kepastian ini disampaikan Kepala Kanwil Bulog Sulteng, Jusri Pake, saat kunjungan kerja di Kabupaten Tolitoli, Rabu 26/8/2026.

Jusri menyebut target 11.300 ton tahun 2026 meningkat signifikan dibanding realisasi tahun lalu yang hanya 8.300 ton.

“Alhamdulillah, target sudah tuntas sebelum akhir tahun. Tepatnya di bulan Agustus ini kita sudah 100 persen,” ujarnya didampingi Pimpinan Cabang Bulog Tolitoli, Aryo Wibisono.

Lonjakan penyerapan ini membuat total cadangan beras di seluruh gudang Bulog se-Sulteng kini berada di angka 21.000 ton*

Capaian 100 persen itu tidak lepas dari strategi “jemput bola”. Bulog Sulteng aktif menyerap gabah langsung dari petani di 13 kabupaten/kota, termasuk sentra produksi Tolitoli dan Buol.

Bulog juga membuka kemitraan seluas-luasnya dengan kelompok tani dan penggilingan padi lokal sebagai mitra resmi pengadaan.

“Dengan begini, petani di hulu diuntungkan karena panennya dibeli dengan harga layak. Di hilir, masyarakat juga diuntungkan karena harga tetap stabil lewat program SPHP,” jelas Jusri.

Menanggapi isu El Nino dan kekhawatiran stok menipis, Jusri meminta masyarakat Sulteng tidak panik.

“Tidak hanya di Sulteng. Cadangan beras nasional saat ini juga tertinggi dalam sejarah, yaitu 5,4 juta ton. Dengan sistem distribusi antarwilayah, jika ada gejolak di satu daerah, daerah lain bisa saling menopang,” tegasnya.

Dengan cadangan 21.000 ton di Sulteng, Bulog memastikan pasokan beras cukup hingga awal tahun 2027. ***RM