Balai Pelaksana Jalan Nasional Sulawesi Tengah ( BPJN Sulteng) terus melakukan pekerjaan pembangunan Infrastruktur Jalan Dan Jembatan.
Seperti pada Pengerjaan proyek jalan di wilayah Tolitoli kini mendekati tahap akhir. Hingga saat ini, progres fisiknya tercatat mencapai 87,72%, melampaui target pekerjaan yang ditetapkan sebesar 71,41%.
Capaian tersebut menunjukkan pekerjaan terus berjalan dengan progres yang cukup cepat. Paket pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT Widya Rahmat Karya itu kini menyisakan sebagian tahapan sebelum seluruh pekerjaan dinyatakan rampung.
General Superintendent PT Widya Rahmat Karya, Busman ST, mengatakan total panjang efektif penanganan proyek mencapai 12.670 meter.
Pekerjaan tersebut meliputi rekonstruksi segmen Bambuan sepanjang 1.762 meter, Kayulompa 300 meter, rehabilitasi minor 9.140 meter serta penanganan preventif melalui metode slurry seal sepanjang 1.470 meter.
Dari total tersebut, pekerjaan yang telah tertangani mencapai sekitar 12.248 meter, sehingga tersisa sekitar 422 meter untuk diselesaikan.
“Untuk progres fisik sampai saat ini sudah mencapai 87,72 persen dari rencana schedule 71,41 persen,” kata Busman.
Ia menjelaskan, fokus pekerjaan saat ini berada di kawasan Bambuan, Kecamatan Lampasio, Tolitoli, khususnya penanganan rekonstruksi dan penyelesaian box culvert berukuran 4 x 6 meter pada STA 9+335.
Lapis Pondasi Agregat Kelas A telah dikerjakan sekitar 1.400 meter, sementara pengaspalan AC-BC Asbuton Berbutir telah mencapai sekitar 1.340 meter, mulai STA 07+725 hingga STA 9+065.
Dengan demikian, dari total rencana rekonstruksi 1.762 meter, masih tersisa sekitar 422 meter pengaspalan.
Menurut Busman, sisa pekerjaan tersebut berkaitan dengan masih berlangsungnya pekerjaan box culvert di area yang sama. Karena itu, pengaspalan akan dilanjutkan setelah pekerjaan struktur tersebut rampung.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tahapan konstruksi berjalan sesuai metode teknis dan tidak mengganggu kualitas pekerjaan jalan.
“Harapannya tentu, pekerjaan yang telah selesai dapat menghadirkan akses yang aman dan nyaman serta mendorong mobilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Paket Preservasi Jalan Lingadan–Batas Kota Tolitoli–Silondou–Malala memiliki nilai kontrak Rp32,656 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Pekerjaan dilaksanakan PT Widya Rahmat Karya berdasarkan kontrak HK0201-B/BPJN18.5.3/2026/49 dengan masa pelaksanaan 305 hari kalender.
Proyek ini berada dalam lingkup penanganan jalan nasional yang menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemantapan Jalan Nasional BPJN dan konektivitas Jalan Trans Sulawesi Tolitoli.
Pelaksanaan pekerjaan berada dalam koordinasi BPJN Sulawesi Tengah, Satker PJN Wilayah I Sulteng, PPK 1.3 Sulawesi Tengah, serta Kementerian Pekerjaan Umum.
Konsultan supervisi proyek ini adalah PT NUSTEV (KSO) PT Cipta Strada Engineering Consultants dan PT Duta Teknik Utama.
Peningkatan kualitas Jalan Trans Sulawesi Bambuan, khususnya pada Jalan Segmen Bambuan-Kayulompa, Kecamatan Lampasio Tolitoli, diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi infrastruktur Kabupaten Tolitoli, tetapi juga memperlancar distribusi barang dan mobilitas masyarakat.
Dengan tersisanya 422 meter pekerjaan pengaspalan, penyelesaian segmen tersebut menjadi bagian penting untuk menuntaskan penanganan Preservasi Jalan Sulawesi Tengah pada ruas Lingadan hingga Silondou-Malala.
Preservasi Jalan Lingadan Batas Kota Tolitoli capai 87,72%. Sisa 422 meter pengaspalan Asbuton, proyek jalan nasional segera tuntas.***









