Perangi HOAX, JMSI – PWI ‘Duduk Bareng’

HPN 2027 Diundur Pada Bulan Apri

Industri media nasional menghadapi tantangan berat di tengah disrupsi digital yang memicu maraknya informasi palsu dan ujaran kebencian di ruang siber.

Menanggapi fenomena ini, komunitas pers sepakat menjadikan momentum Hari Pers Nasional 2027 sebagai ajang krusial untuk memperkuat peran media sebagai clearing house atau penyaring informasi utama bagi masyarakat.

Komitmen ini mengemuka dalam pertemuan strategis antara Ketua Umum PWI Akhmad Munir dan Ketua Umum JMSI Teguh Santosa di Kantor PWI, Gedung Dewan Pers, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, ditegaskan bahwa JMSI dukung PWI sepenuhnya dalam menyukseskan gelaran akbar pers nasional tersebut.

Langkah taktis ini diambil menyusul perubahan jadwal HPN 2027 terbaru. Berdasarkan Keputusan Presiden No. 5 Tahun 1985, Hari Pers Nasional sejatinya jatuh pada 9 Februari.

Namun, penyebab HPN 2027 diundur ke bulan April 2027 adalah karena tanggal tersebut diperkirakan bersamaan dengan ibadah bulan suci Ramadan.

Meskipun mengalami pergeseran jadwal, esensi dari perhelatan ini tidak berkurang.

Fokus utama yang diangkat adalah memperkuat independensi pers dan hoaks yang kian mengancam iklim demokrasi digital.

Ketua Umum PWI Akhmad Munir menekankan bahwa pers nasional harus kembali pada fungsi dasarnya sebagai pemverifikasi fakta.

Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, pers wajib menjadi jangkar kebenaran yang membersihkan ruang publik dari konten menyesatkan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum JMSI Teguh Santosa menyatakan kesiapan seluruh jaringan media siber di bawah naungannya untuk mengawal misi ini.

Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan standar profesionalisme wartawan secara nasional.

Pihaknya optimistis kolaborasi erat ini akan membuat penyelenggaraan di daerah menjadi jauh lebih berdampak.

Sebagai informasi, HPN 2027 Lampung mendatang juga dipastikan akan berlangsung meriah dan inklusif.

Agenda tahunan ini akan digelar bersamaan dengan ajang olahraga terbesar antar-pekerja media, yakni Porwanas Lampung 2027.

Proses perencanaannya sendiri dijadwalkan memulai tahap kick-off pada November 2026.

Melalui integrasi agenda profesionalisme dan komitmen melawan disinformasi, pers nasional diharapkan tidak hanya sekadar bertahan di era digital, tetapi juga menjadi pilar ekonomi dan sosial yang tepercaya dalam menjaga stabilitas informasi nasional.***