Pekerjaan Jalan Tolai – Sausu Perlihatkan Progress Positif, Kontraktor Pacu Pelaksanaan Dilapangan

Progress Proyek SBSN Tolai Sausu Tembus 22,58%,

Penangnan pekerjaan Proyek SBSN Jalan Tolai Sausu menunjukkan progres positif memyemtuh defiasi plus di tengah pelaksanaan pekerjaan infrastruktur jalan nasional di Sulawesi Tengah.

Hingga pertengahan tahun berjalan dqlam masa kontrak pelerjaan, realisasi fisik proyek tercatat sudah mencapai 22,587 persen atau melampaui target rencana sebesar 19,862 persen.

Paket Preservasi Jalan Tolai – Sausu yang digarap PT Putra Nanggroe Aceh KSO PT Bina Kaili itu menjadi salah satu proyek strategis jalan nasional di Kabupaten Parigi Moutong.

Selain mencakup preservasi rutin, proyek ini juga memuat pekerjaan pelebaran jalan menuju standar hingga penanganan drainase dan jembatan dengan target penyelesaian sampai akhir 2026.

General Superintendent (GS) PT. Putra Nanggroe Aceh KSO PT Bina Kaili, Hikma, mengatakan progres rencana pekerjaan berada di angka 19,862 persen, sementara realisasi di lapangan sudah mencapai 22,587 persen atau mengalami deviasi positif sebesar 2,725 persen.

“Progres rencana 19.862 persen sementara realisasi di 22.587 persen terdapat deviasi plus sebesar 2.725 persen,” tulis Hikma kepada media ini.

Paket pekerjaan Preservasi Jalan Tolai – Sausu merupakan bagian dari proyek SBSN jalan nasional Sulawesi Tengah yang mencakup preservasi rutin, pelebaran menuju standar, drainase, hingga preservasi jembatan.

Untuk pekerjaan pelebaran menuju standar sepanjang 13,81 kilometer pada TA 2026, Hikma menyebut progres pekerjaan juga masih berada di atas target kontrak.

“Untuk target pelebaran menuju standar progresnya sudah 17.054 persen terhadap rencana 13.983 persen juga terdapat deviasi plus sebesar 3.071 persen,” ujarnya.

Pelebaran Jalan Tolai Sausu menjadi salah satu komponen terbesar dalam paket Jalan Strategis (ProPN). Nilai pekerjaan pelebaran menuju standar mencapai Rp97,30 miliar dari total pagu proyek sebesar Rp119,35 miliar.

Selain pekerjaan pelebaran, kontraktor juga tetap menjalankan preservasi rutin pada sejumlah ruas jalan nasional, mulai dari Toboli – Kebon Kopi, Toboli – Parigi, Parigi – Tolai, hingga Tolai – Sausu.

“Untuk pekerjaan rutin sementara berjalan pak baik pekerjaan pengendalian tanaman, pembersihan drainase maupun peacing. Untuk lokasi rutin semua prioritas untuk yang butuh penanganan,” kata Hikma.

Dalam pekerjaan struktur dan drainase, kontraktor memprioritaskan pasangan batu mortar karena berkaitan langsung dengan tahapan pelebaran jalan nasional tersebut.

“Semua pekerjaan baik pekerjaan struktur maupun galian berjalan dengan lancar. Kami prioritaskan ke pekerjaan pasangan batu mortar karena ada item pekerjaan lain yang harus kami laksanakan setelah pekerjaan pasangan batu selesai yaitu pekerjaan pelebaran menuju standar,” ujar Hikma.

Ia menambahkan progres pekerjaan di area tersebut masih mengikuti progres pelebaran jalan yang saat ini juga mengalami deviasi positif.

Sementara itu, pekerjaan preservasi dan rehabilitasi jembatan juga masih berlangsung. Hikma menjelaskan pekerjaan sambungan siar muai tipe strip seal telah dilaksanakan.

“Pekerjaan preservasi jembatan masih berjalan pak. Pekerjaan siar muai tidak ada pak, yang ada pekerjaan streap seal dan sudah terlaksana,” katanya.

Dalam dokumen pekerjaan proyek, preservasi jembatan meliputi pemeliharaan rutin jembatan, rehabilitasi jembatan, serta pemeliharaan berkala jembatan.

Meski dalam dokumen proyek disebutkan terdapat potensi kendala utilitas seperti kabel optik, tiang listrik, pipa PDAM, serta faktor cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi, hingga kini pekerjaan di lapangan disebut masih terkendali.

“Alhamdulillah sampai saat ini belum ada kendala. Semua masih bisa teratasi dengan baik,” ujar Hikma.

PT. Putra Nanggroe Aceh KSO PT Bina Kaili juga menyatakan tetap optimistis pekerjaan proyek SBSN Jalan Tolai Sausu dapat diselesaikan sesuai target kontrak hingga akhir 2026.

“Kami akan berupaya untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak. Sampai saat ini kami terus berupaya untuk melebihi dari rencana dalam schedule,” kata Hikma.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, Paket SBSN Preservasi Jalan Tolai – Sausu di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mencakup sejumlah item pekerjaan strategis pada ruas jalan nasional dengan total pagu anggaran mencapai Rp119,35 miliar untuk tahun anggaran 2025–2026.

Lingkup pekerjaan meliputi preservasi pemeliharaan rutin jalan, pemeliharaan rutin kondisi, pelebaran menuju standar, preservasi jembatan, hingga penanganan drainase dan fasilitas keselamatan jalan.

Paket pekerjaan ini tersebar pada beberapa ruas nasional, mulai dari Toboli – Kebon Kopi, Toboli – Parigi, Parigi – Tolai, Tolai – Sausu hingga Sausu – Tumora.

Pada sektor pekerjaan jalan, item utama yang dikerjakan meliputi pelebaran menuju standar sepanjang 13,81 kilometer pada TA 2026 yang menjadi komponen terbesar proyek Jalan Strategis (ProPN).

Selain itu, pekerjaan preservasi rutin juga mencakup pengendalian tanaman, pembersihan drainase, patching atau perbaikan titik kerusakan jalan, penyiapan badan jalan, pekerjaan timbunan, galian tanah dan geosintetik, hingga perkerasan jalan menggunakan lapis fondasi agregat kelas A, B, dan S.

Pekerjaan perkerasan aspal juga dilakukan melalui lapis resap pengikat, lapis perekat, hingga Laston Lapis Aus Asbuton Butir (AC-WC Asb Butir).

Sementara pada pekerjaan struktur dan jembatan, paket SBSN ini meliputi pembangunan pasangan batu mortar, gorong-gorong beton bertulang, pekerjaan beton struktur berbagai mutu, pemasangan baja tulangan, bronjong galvanis, fondasi cerucuk, drainase baja, hingga rehabilitasi jembatan berupa pekerjaan strip seal.

Selain itu juga terdapat pekerjaan fasilitas keselamatan jalan seperti marka termoplastik, rambu jalan, patok pengarah, dan rel pengaman.

Dalam dokumen pekerjaan juga disebutkan proyek ini menghadapi tantangan utilitas di area RUMIJA seperti kabel optik, tiang listrik, dan pipa PDAM, serta faktor cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi di lapangan.