Optimis Tuntaskan Pekerjaan Sesuai Waktu Satker PJN II Sulteng Tangani 6 Paket Kontrak

Kemantapan Jalan 98 persen

Penanganan Jalan Nasional terus dipacu dengan target pemyepesaian sesuai dengan batas waktu kontrak pekerjaan.

Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Sulawesi Tengah mengungkap kondisi terkini jaringan jalan nasional yang berada di bawah kewenangannya.

Berdasarkan hasil survei Tahun Anggaran 2025, total panjang jalan nasional yang ditangani mencapai 585,92 kilometer dengan tingkat Kemantapan Jalan Nasional sebesar 98%.

Capaian tersebut menunjukkan kondisi jalan nasional di wilayah kerja Satker PJN Wilayah II berada dalam kategori mantap dan tetap menjadi fokus utama untuk mendukung konektivitas wilayah serta kelancaran arus logistik di Sulawesi Tengah.

Kasatker PJN Wilayah II Provinsi Sulawesi Tengah, Kokoh Maha Sembada, mengatakan tingkat kemantapan jalan nasional diperoleh berdasarkan hasil survei yang dilakukan tim konsultan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional.

“Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh tim konsultan Balai, kemantapan Jalan Nasional di bawah Satker PJN Wilayah II saat ini sudah mantap dengan nilai kemantapan 98%,” ujarnya.

Meski kondisi jalan secara umum berada dalam kategori mantap, Satker PJN Wilayah II tetap memberikan perhatian khusus pada sejumlah ruas strategis.

Salah satunya adalah Jalan Tolai-Sausu yang saat ini menjadi prioritas penanganan dan pengawasan.

Penanganan pada ruas tersebut difokuskan pada pekerjaan pelebaran jalan nasional guna meningkatkan kapasitas jalan dan memperlancar mobilitas masyarakat maupun distribusi barang.

“Untuk ruas yang menjadi penanganan prioritas dan pengawasan khusus adalah Ruas Jalan Tolai-Sausu yang mana penanganannya adalah pelebaran jalan,” kata Kokoh.

Selain menjadi prioritas pengawasan, Paket Tolai-Sausu juga menjadi paket preservasi yang dinilai paling berdampak terhadap masyarakat dan arus logistik pada tahun berjalan.

Menurut Kokoh, pekerjaan preservasi jalan nasional tersebut berfokus pada pelebaran jalan yang diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

“Untuk Paket Preservasi Tahun berjalan yang paling berdampak bagi masyarakat dan juga arus logistik adalah Paket Tolai-Sausu yang mana penanganan berfokus pada pelebaran jalan yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat lokal maupun pengguna jalan tersebut,” jelasnya.

Dari sisi pendanaan, Satker PJN Wilayah II mengelola enam paket reguler pada tahun ini dengan total nilai kontrak mencapai Rp180,774 miliar.

Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung berbagai program penanganan dan preservasi jalan nasional guna menjaga tingkat kemantapan jalan serta meningkatkan kualitas layanan infrastruktur transportasi di Sulawesi Tengah.

“Berdasarkan Survey yang dilaksanakan TA 2025, Panjang Jalan Nasional di bawah Satker PJN Wilayah II sepanjang 585,92 Km. Total Anggaran berdasarkan Nilai Kontrak, terdapat 6 Paket dengan Total Nilai Kontrak Rp180,774 miliar,” ungkapnya.

Hingga akhir tahun 2026, Satker PJN Wilayah II menargetkan penyelesaian seluruh kontrak prioritas tepat waktu, menuntaskan paket-paket penanganan yang sedang berjalan, serta memastikan setiap pekerjaan memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan.

Selain itu, seluruh hasil pekerjaan diharapkan mampu memberikan manfaat maksimal bagi pengguna jalan dan memperkuat peran infrastruktur jalan Sulawesi Tengah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan tingkat Kemantapan Jalan Nasional mencapai 98% dan dukungan anggaran Rp180,774 miliar, Satker PJN Wilayah II optimistis dapat menjaga kualitas layanan pada 585,92 kilometer jalan nasional yang menjadi bagian penting koridor Trans Sulawesi.***