manuver berani yang menggabungkan pelayanan publik dan efisiensi anggaran sekaligus. Langkah agresif Pemerintah Kabupaten Buol dalam Revitalisasi Penerangan Jalan Umum Buol memantik perhatian: ribuan titik lampu dipasang, biaya listrik justru ditekan

Pemerintah Kabupaten Buol mempercepat realisasi program Revitalisasi PJU Buol bertajuk “Buol Terang”, sebuah proyek strategis yang tak hanya menyasar penerangan jalan, tetapi juga mengubah wajah layanan publik di daerah tersebut. Proyek ini digarap oleh PT Solarens Ledindo dengan nilai kontrak mencapai Rp27,617 miliar.
Skema pembiayaan program ini tergolong tidak lazim. Pemerintah daerah tidak langsung membayar di awal, melainkan menggunakan sistem pembayaran bertahap yang baru dimulai pada triwulan III atau Agustus 2026. Selama masa kontrak tiga tahun, biaya pemeliharaan sepenuhnya ditanggung oleh pihak penyedia.
Melalui program ini, sebanyak 2.500 titik lampu jalan akan dipasang secara bertahap pada periode 2026 hingga 2028. Pemasangan dilakukan tidak hanya di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau wilayah pedesaan dan akses menuju kawasan wisata, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Bupati Buol Risharyudi Triwibowo menegaskan bahwa program ini memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi biaya listrik daerah. Jika sebelumnya pemerintah harus mengeluarkan sekitar Rp3,2 miliar per tahun untuk 700 titik lampu, kini dengan peningkatan menjadi 2.500 titik, biaya listrik justru dapat ditekan hingga sekitar Rp1,2 miliar per tahun.
Proyek revitalisasi ini dikerjakan oleh PT Solarens Ledindo dengan nilai kontrak sebesar Rp27,6 miliar. Skema pembiayaan dilakukan secara bertahap selama tiga tahun, dengan pembayaran mulai Agustus 2026. Menariknya, selama masa kontrak tersebut, biaya pemeliharaan menjadi tanggung jawab pihak penyedia, sehingga pemerintah daerah tidak lagi menanggung beban perawatan lampu jalan.
Program ini juga mengusung penggunaan teknologi lampu LED yang lebih hemat energi dan memiliki kualitas pencahayaan lebih optimal dibandingkan lampu konvensional. Dengan teknologi ini, efisiensi penggunaan energi dapat ditingkatkan sekaligus mendukung pengelolaan anggaran yang lebih efektif.
Di kawasan perkotaan, pemasangan lampu diprioritaskan pada titik-titik strategis seperti lokasi rawan kecelakaan lalu lintas, area dengan potensi tindak kriminalitas, pusat keramaian, serta kawasan aktivitas ekonomi dan UMKM. Sementara itu, wilayah pedesaan juga menjadi bagian penting dalam pemerataan pembangunan infrastruktur penerangan.
Kehadiran program “Buol Terang” diharapkan mampu meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas pada malam hari. Selain itu, pencahayaan yang memadai diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memperkuat sektor pariwisata, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Pemerintah Kabupaten Buol menegaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen dalam menghadirkan layanan publik yang lebih baik dan merata. Dengan semangat “Buol Terang: Bukti Komitmen, Bukan Sekadar Janji”, pembangunan tidak hanya direncanakan, tetapi diwujudkan melalui langkah nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.***











