Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Tengah, pada satker PJN II terus memacu penyelesaian Pekerjaan Yang ditangani, seperti pada pelaksanaan Preservasi Jalan Tolai–Sausu di Sulawesi Tengah mencatat capaian fisik di atas target yang direncanakan.
Berdasarkan data terbaru, progres pekerjaan mencapai 85,81 persen dari target 84,87 persen, dengan deviasi positif 0,94 persen. Sementara itu, progres khusus tahun 2026 mencapai 85,76 persen atau melampaui target sebesar 3,08 persen.
Sementara itu, pengaspalan jalan nasional tersebut menyisakan sekitar 1,3 kilometer dan ditargetkan rampung paling lambat akhir Oktober 2026.
General Superintendent (GS) PT Putra Nanggroe Aceh KSO PT Bina Kaili, Hikmawati, ST, mengatakan tim di lapangan tengah mempercepat penyelesaian sisa pengaspalan agar sesuai target yang telah ditetapkan.
“Aspal sampai hari ini tinggal 1,3 kiloan. Target selesai aspal paling lambat kami kejar akhir Oktober. Masih tersisa waktu 10 harian” kata Hikmawati, Rabu (21/10/2026).
Selain pengaspalan, kontraktor juga mengerjakan sejumlah tahapan penyelesaian lainnya, mulai dari pekerjaan bahu jalan menggunakan material Kelas S dan rabat beton, pemasangan marka jalan, hingga pekerjaan finishing.
Tahapan tersebut menjadi bagian dari penyelesaian Preservasi Jalan Tolai–Sausu yang merupakan bagian dari infrastruktur jalan nasional di Sulawesi Tengah.
Penyelesaian pekerjaan diharapkan mendukung kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan yang melintasi jalur penghubung wilayah tersebut.
Berdasarkan data progres fisik per 19 Oktober 2026, pekerjaan Preservasi Jalan Tolai–Sausu yang masuk dalam program SBSN PRESWIL II mencatat realisasi di atas rencana, baik untuk keseluruhan kontrak tahun jamak atau Multi Years Contract (MYC) maupun khusus pekerjaan tahun 2026.
Untuk progres MYC, realisasi fisik mencapai 85,81%, melampaui target 84,87% dengan deviasi positif 0,94 poin persentase.
Adapun progres khusus tahun 2026 tercatat 85,76%, lebih tinggi 3,08 poin persentase dibandingkan rencana sebesar 82,68%.
Capaian tersebut menunjukkan pelaksanaan fisik pekerjaan berada di atas jadwal rencana berdasarkan data yang dilaporkan hingga 19 Oktober 2026.
Dari sisi anggaran, proyek Preservasi Jalan Tolai–Sausu memiliki pagu pengadaan sebesar Rp119.358.509.000. Adapun nilai kontraknya mencapai Rp112.698.672.000 atau sekitar Rp112,69 miliar.
Dalam laporan progres yang sama, waktu pelaksanaan tercatat telah terpakai selama 294 hari, dengan sisa waktu kontrak 73 hari.
Dengan sisa pengaspalan sekitar 1,3 kilometer, tim pelaksana kini mengejar penyelesaian lapisan aspal hingga akhir Oktober.
Pekerjaan bahu jalan, rabat beton, marka, dan finishing juga menjadi bagian dari tahapan yang masih harus dituntaskan.
Hikmawati menyebut percepatan pekerjaan aspal menjadi salah satu target terdekat tim di lapangan.
Setelah tahapan tersebut rampung, pekerjaan lanjutan diarahkan pada penyelesaian bagian-bagian jalan yang masih membutuhkan penanganan.
Penyelesaian seluruh tahapan pekerjaan diharapkan membuat kondisi jalan lebih nyaman dan aman bagi masyarakat, khususnya pengguna jalur Trans Sulawesi yang melintasi ruas Tolai–Sausu.
progres fisik telah melampaui target, penyelesaian akhir tetap menjadi tahap penting untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi mutu kualitas dan kondisi jalan siap dimanfaatkan secara optimal oleh pengguna.***









