Azas Manfaat dipastikan terwujud dan terpenuhi atas Aktivitas kendaraan di ruas Tolai-Sausu. Penanganan Pekerjaan pelebaran badan jalan membuat jalur yang sebelumnya hanya sekitar 4,5 meter secara bertahap diperluas hingga 7,5 meter.
Perubahan tersebut tidak hanya membuat kendaraan lebih leluasa melintas, tetapi juga membuka peluang distribusi hasil pertanian dan mobilitas masyarakat di kawasan Parigi Moutong berjalan lebih lancar.
Atas dasar hal Tersebut, BPJN Sulteng Memastikan Penanganan yang sementara berjalan dipastikan akan tuntas dan segera termanfaatkan oleh masyarakat pengguna Jalan
Kokoh Maha Sembada selaku Kasatker PJN Wilayah II melalui L. M. Hidayat, S.T., Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Provinsi Sulawesi Tengah, dalam keterangan tertulisnya pada Selasa malam, 6 Oktober 2026, menyebut progres Paket Preservasi Jalan Tolai-Sausu telah mencapai 82,04%.
Angka tersebut berada di atas target pelaksanaan sebesar 80,17%, sehingga pekerjaan mencatat deviasi positif 1,87%
Bagi pengguna jalan, angka tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun di balik progres itu terdapat pekerjaan fisik yang mulai mengubah kapasitas jalur penghubung kawasan tersebut.
Salah satu pekerjaan utama dalam proyek jalan Tolai-Sausu adalah pelebaran badan jalan.
Jalur yang sebelumnya memiliki lebar sekitar 4,5 meter ditingkatkan menjadi 7,5 meter. Dengan ruang jalan yang lebih luas, kendaraan memiliki ruang manuver lebih baik ketika berpapasan maupun saat membawa muatan.
Total pekerjaan pelebaran ditargetkan sepanjang 19,11 kilometer. Hingga progres terbaru, pekerjaan fisik yang telah terealisasi mencapai 16,00 kilometer.
Artinya, sekitar 3,11 kilometer lagi masih harus dituntaskan untuk mencapai target pelebaran secara keseluruhan.
Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026. Bagi kawasan yang memiliki aktivitas pertanian seperti Parigi Moutong, kualitas jalan berkaitan langsung dengan pergerakan komoditas.
Hasil pertanian harus bergerak dari lokasi produksi menuju titik pengumpulan, pasar hingga wilayah konsumen. Semakin baik konektivitas jalan, semakin terbuka pula peluang distribusi barang berlangsung lebih lancar.
Pelebaran jalan Tolai-Sausu menjadi salah satu bagian dari kebutuhan tersebut. Jalan yang lebih lebar memberikan ruang bagi kendaraan pengangkut hasil pertanian dan barang untuk bergerak lebih nyaman. Efisiensi perjalanan juga menjadi salah satu manfaat yang diharapkan masyarakat dari peningkatan infrastruktur tersebut.
Dari sisi ekonomi, kelancaran jalan berarti memperlancar rantai distribusi yang melibatkan petani, pedagang, pengangkut hingga konsumen.
Dengan begitu, manfaat pelebaran jalan Tolai-Sausu tidak hanya berhenti pada pengguna kendaraan yang melintas setiap hari.
Paket pekerjaan ini juga memiliki cakupan yang lebih luas. Selain pelebaran jalan sepanjang 19,11 kilometer, pekerjaan mencakup penanganan drainase sepanjang 2,65 kilometer.
Pemeliharaan rutin juga dilakukan pada jaringan jalan dan jembatan dengan total cakupan mencapai 102,52 kilometer.
Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk mempertahankan kondisi jaringan jalan agar tetap berfungsi dengan baik setelah pekerjaan konstruksi berjalan.
Dengan kata lain, proyek ini tidak hanya mengejar tambahan lebar jalan, tetapi juga menjaga jaringan jalan dan jembatan yang sudah ada agar tetap mendukung mobilitas masyarakat.
Dari sisi performa, progres terbaru pembangunan jalan Tolai-Sausu menunjukkan pekerjaan berada di atas rencana.
Realisasi 82,04% berbanding target 80,17%. Selisih 1,87% tersebut menunjukkan pekerjaan secara fisik telah berada di depan rencana.
Namun pekerjaan belum selesai. Masih terdapat sekitar 3,11 kilometer pelebaran jalan yang harus dituntaskan. Batas waktu penyelesaian pun sudah ditetapkan, yakni 31 Desember 2026.
Karena itu, menjaga ritme pekerjaan menjadi kunci agar capaian fisik yang saat ini berada di atas target dapat dipertahankan hingga seluruh pekerjaan selesai.
Bagi BPJN Sulteng, pekerjaan ini bukan hanya soal mengejar persentase penyelesaian. Hasil akhirnya akan diuji oleh bagaimana jalan tersebut digunakan masyarakat: apakah mobilitas semakin lancar, distribusi pertanian lebih mudah dan konektivitas antarwilayah semakin baik.
Jika seluruh target tercapai, jalan Tolai-Sausu akan memiliki kapasitas yang lebih baik untuk menopang pergerakan orang dan barang di Parigi Moutong.
Demgan Penanganan Infrastruktur yang Layak, Dari jalur yang lebih lebar hingga jaringan jalan dan jembatan yang terus dipelihara, proyek ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas sekaligus menopang aktivitas ekonomi masyarakat Sulawesi Tengah.***









