Berdasarkan Hasil survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) terbaru yang menunjukkan adanya ‘Trend’ penurunan tingkat keterpilihan (elektabilitas) Partai Demokrat secara nasional Harus Disikapi Secara Bijak dan Proprosional.
Data Yang dirilis itu harus dibaca sebagai “early warning system“, hal tersebut bukan untuk saling menyalahkan, tetapi sebagai potret menurunnya harapan dan kepercayaan publik terhadap Partai Demokrat saat ini.
Olehnya itu, harus disikapi dengan bijak dan proprosional, apa yang hatus dilakukan, membaca serta menerapkan strategi yang bagaimana sehinhga Memberikan hasil terbaik terbaru dalam roda Kinerja Partai, Ungkap Taliti Paluge selaku Figur Tenaga Ahli Partai Demokrat DPD Sulteng melalui keterangannya kepada media ini, sabtu 3 Oktober 2026.
Mantan Sekretaris DPD Demokrat Sulteng ini juga ‘Mewarning’ Jika tidak segera dilakukan langkah korektif yang sistematis, trend ini akan berdampak langsung pada Pemilu 2029.
Beranjak Atas Hal yang memberikan Turunnya Tred Tersebut. Perlu dilakukan berbagai langkah, seperti melakukan analisis, apa pemyebab dan memgapa hal itu terjadi.
Taliti Paluge mengelompokkan 2 penyebab Berdasarkan kajian awal, Yakni
1. Konsolidasi Partai Belum Massif dan Tidak Terencana
Konsolidasi organisasi dari DPP hingga DPC, PAC dan Ranting belum berjalan secara massif, terstruktur dan berirama. Kegiatan partai masih bersifat insidentil dan fokus pada event-based. Ini belum menjadi gerakan yang dirasakan langsung oleh masyarakat di bawah. Akibatnya mesin partai tidak panas dan tidak bekerja secara maksimal di seluruh daerah.
2. Krisis Ketokohan dan Minimnya Publikasi Kinerja Kader
Publik tidak melihat dan tidak mengenal banyak kader Demokrat yang berhasil di eksekutif maupun legislatif. Minimnya publikasi kinerja membuat kerja-kerja baik kader tidak sampai ke masyarakat.
Saat ini, dari pantauan publik nasional, kader Partai Demokrat yang kinerjanya paling terlihat, dikenal luas dan disukai masyarakat di seluruh Indonesia.
Ini menjadi bukti bahwa ketika kader bekerja dengan baik dan dikomunikasikan dengan baik, publik akan merespon positif. olehnya, atas hal itu, Model keberhasilan atas capaian yang ada di Sulteng harus direplikasi layaknya Miniatur Uji Petik keberhasilan atas Pencapaian secara nasional.
Atas dua titik Kinerja ‘ Minus’ Diatas bisa memberikan Suatu ‘Tamparan’ Bahkan ‘ Cambuk’ Dalam mencapai kinerja untuk menaikkan ‘TREND’ Apapun Itu , sehingga Capaian Trend yang maksimal tercapai, jelas Taliti.
Ada Empat Langkah strategis dalam pemguatan Lembaga untuk memcapai apabyang menjadi tujuannya, Yakni, :
Untuk membalikkan trend penurunan atau menerapkan Antitesa atas jal ini, kami ( Taliti Paluge – Red) merekomendasikan 4 langkah darurat dan serius:
1. Strategi Publikasi Kinerja Kader Eksekutif
Menginstruksikan kepada seluruh kader yang berada di pemerintahan (Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Walikota, Menteri) untuk segera menyusun strategi komunikasi publik. Kinerja yang baik harus diketahui, dirasakan dan disukai oleh publik. Jangan bekerja dalam senyap. Setiap program pro-rakyat harus memiliki narasi dan amplifikasi yang kuat.
2. Gerakan Turun Dapil Massif Anggota Fraksi
Menginstruksikan kepada seluruh Anggota Fraksi Partai Demokrat, baik DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia untuk memperbanyak turun ke Daerah Pemilihan (Dapil).
Jangan hanya reses formal. Datang dan sampaikan kepada konstituen secara konkret: apa saja yang telah dikerjakan, berapa anggaran yang diperjuangkan, dan apa manfaatnya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat pemilih. Politik harus kembali pada kerja-kerja kerakyatan.
3. Pembentukan Juru Bicara Milenial di Media Sosial
Partai Demokrat harus segera mempersiapkan juru bicara (Jubir) partai yang aktif dan militan di media sosial. Rekrut dan latih kader-kader milenial dan Gen Z yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik, cakap digital, dan paham isu anak muda. Pertarungan opini hari ini ada di TikTok, Instagram, X dan YouTube, bukan hanya di ruang rapat.
4. Penguatan dan Sinergi Organ Partai Hingga ke Bawah
Perkuat dan sinergikan semua organ dan sayap partai di setiap tingkatan kepengurusan, dari DPP hingga DPD, DPC, PAC dan Ranting. Hilangkan ego sektoral. Buat satu komando, satu narasi, dan satu gerakan. Pastikan mesin partai bekerja sebagai satu kesatuan yang solid.
Survei LKPI adalah cermin untuk kita berbenah. Partai Demokrat punya modal sejarah, ketokohan Bapak SBY dan AHY, serta contoh keberhasilan kader di daerah, seperti Sulawesi Tengah.
Taliti menekankan bahwa Tugas kita hari ini adalah memastikan keberhasilan di satu daerah menjadi keberhasilan di seluruh Indonesia dalam capaian Nasional
Sudah saatnya Partai Demokrat tidak hanya besar karena sejarah, tapi besar karena kerja nyata kadernya yang dirasakan rakyat, Tutup Taliti***









