Ratusan warga Huntap 1 Tondo Kecamatan Mantikulore Kota Palu, mengenang peristiwa 28 September delapan tahun lalu dengan yasinan, dzikir, ceramah agama dan doa bersama di AULA Huntap Tondo, Senin malam 28 September 2026.
Kegiatan tersebut cukup khimat, sekalipun kompleks yang dihuni 1600 kepala keluarga (KK) mengalami pemadaman bergilir dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Tua, muda, anak-anak, remaja dan orang dewasa berbondong-bondong memadati ruangan AULA untuk mendoakan seluruh korban bencana meninggal yang dipimpin Ustad Mahdin Saudo, Ustad Miftah, Ustad Arifn Ibahim serta Ustad Dahlan Kandupi.
Seluruh jamaah nampak khusyuk melantunkan zikir dan memanjatkan doa kepada Allah SWT agar Kota Palu dan Sulawesi Tengah terhindar dari bencana serupa serta mendoakan semua korban bencana yang telah meninggal dan hilang.
Ketua Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) An’nur Kampoeng Asean Huntap 1 Tondo Amiruddin Majid mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin untuk mendoakan para korban gempa bumi, tsunami dan likuifaksi. Menurutnya, kegiatan ini juga untuk mempererat silaturrahmi antarwarga.
” Kegiatan ini kami laksanakan sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada saudara-saudara kita yang menjadi korban musibah Palu . Kita berharap semoga doa bersama ini membawa ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujar Ketua RW/ 17.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan tausiyah yang disampaikan Ustad Abdurahman Lapui, dimana mengajak jamaah mengambil hikmah dari peristiwa bencana tersebut.
” Acara ini terbuka untuk umum dan kami mengajak seluruh warga untuk hadir, khususnya keluarga korban gempa tsunami dan likuifaksii. Jadi dapat kita lihat antusiasme masyarakat sangat terlihat dari jumlah peserta yang hadir,” tambahnya.
Sekitar ratusan warga mengikuti kegiatan tersebut, baik yang datang dari Balaroa maupun Talise. Bahkan ada juga yang datang dari Kampung Lere, Petobo dan Tawaili.
” Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan terus menjaga semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.
Doa bersama tersebut menjadi pengingat akan pentingnya solidaritas dalam menghadapi dan mengenang musibah besar yang pernah terjadi,” paparnya.
Selaku Ketua Panitia Amiruddin juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang selama ini ikut berpartisipasi seperti Tabungan Akhirat, AKAMSI Palu, Alternatif Advertising, Ketua RT/RW Huntap 1 Tondo serta masyarakat yang telah memberikan bantuan dan sumbangsihnya sehingga kegiatan dzikir dan doa bersama ini berjalan lancar.***









