Penyajian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum matang sempurna di TK Pembina Tolitoli berbuntut panjang. Keluhan wali murid yang muncul dua hari berturut-turut kini mengarah pada tuduhan pembiaran dan lemahnya pengawasan dari Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Tolitoli.
Keluhan terkait nasi dan lauk yang belum matang sempurna pertama kali muncul pada Senin, 31 Agustus 2026. Meskipun dari keterangan KASPPG tdk di laksanakan pendisribusian, Namun, ironisnya pada keesokan harinya, Selasa, 1 September 2026, masalah serupa kembali terjadi. Hal ini memicu kemarahan dan kekhawatiran para orang tua siswa.
“Kami menilai ada pembiaran dari Korwil SPPG. Kalau pengawasan berjalan sebagaimana mestinya, seharusnya kejadian dua hari berturut-turut tidak akan pernah terjadi.” Ujar orang tua murid
Para wali murid menilai, pengawasan terhadap dapur penyedia MBG sangat lemah. Mulai dari proses pemasakan, pengecekan kematangan bahan makanan, hingga pendistribusian ke sekolah dinilai tidak sesuai standar.
Kekhawatiran warga semakin mendalam karena program MBG ini disajikan bagi anak-anak usia dini yang membutuhkan makanan tidak hanya bergizi, tetapi juga bersih, higienis, dan matang sempurna.
“Ini bukan soal satu kali kelalaian. Tapi kalau dibiarkan terus, bisa berdampak serius ke kesehatan anak-anak kami. Makanan yang belum matang sempurna sangat berisiko menyebabkan gangguan pencernaan,” ungkap wali murid lainnya.
Warga menduga lemahnya pengawasan di tingkat Korwil membuat tim dapur penyedia bekerja tanpa pengawalan ketat, sehingga standar kualitas sering diabaikan.
Menanggapi gelombang keluhan tersebut, Korwil SPPG Kabupaten Tolitoli, Fauzi, ketika dikonfirmasi media ini pada Rabu, 2 September 2026 melalui pesan WhatsApp, menyatakan akan segera menindaklanjuti masalah tersebut.
“Saya akan coba konfirmasi langsung ke SPPG-nya. Saya akan berikan teguran langsung dan melaksanakan evaluasi menyeluruh terkait menu MBG yang bermasalah ini,” ujar Fauzi.
Terkait keluhan mengenai penyajian menu nasi dan ayam yang mengalami kendala dalam pelaksanaan program makan bergizi, pihak KASPPG beserta Korwil telah segera melakukan penanganan dan menjadikan hal tersebut sebagai bahan evaluasi khusus demi perbaikan kualitas pelayanan ke depannya.
Pihak pengelola menyampaikan bahwa setelah menerima informasi terkait kendala penyajian menu tersebut, KASPPG langsung melakukan konfirmasi dan verifikasi. Hasilnya, ditemukan bahwa kendala tersebut memang benar terjadi pada hari yang bersangkutan.
KASPPG menyampaikan, pada hari terjadinya kendala, pihaknya telah langsung menghubungi pihak sekolah dan menyampaikan permohonan maaf secara langsung atas ketidaknyamanan yang terjadi.
“Kami mengakui adanya kendala pada penyajian menu nasi dan ayam tersebut. Pada hari itu juga, KASPPG sudah langsung konfirmasi dan menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah. Hal ini menjadi perhatian serius kami agar tidak terulang kembali.” ujar Fauzi
Sebagai bentuk tanggung jawab dan langkah perbaikan, pihak pengelola bersama KASPPG dan Korwil telah melaksanakan rapat evaluasi sekaligus pemberian teguran kepada pihak dapur penyedia. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh pihak yang terlibat benar-benar menyadari pentingnya kualitas dan ketepatan penyajian menu sesuai standar yang ditetapkan.
“Hal ini menjadi bahan evaluasi dan perhatian khusus untuk dapur penyedia, agar ke depannya tidak ada lagi kejadian serupa seperti sebelumnya. Kami tegaskan, setiap kendala yang masuk ke kami, pasti akan segera kami tindak lanjut.” tegasnya.
Kini, SPPG terkait berada dalam pengawasan khusus yang lebih ketat dari KASPPG maupun Korwil. Setiap proses persiapan hingga penyaluran akan dipantau lebih teliti guna mencegah kendala berulang.
Selain itu, seluruh kejadian dan langkah perbaikan tersebut telah dilaporkan secara berjenjang kepada pimpinan sebagai bentuk akuntabilitas dan komitmen perbaikan berkelanjutan.
“Baik KASPPG maupun Korwil, ketika kendala seperti itu terjadi dan informasi sudah masuk ke kami, pasti kami tindak lanjut. Tidak ada yang kami biarkan begitu saja. Tujuannya satu: memastikan anak-anak mendapatkan makanan yang layak, tepat waktu, dan sesuai standar.” tutupnya. ***Tim









