Sebanyak 18 paket pekerjaan dalam Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah di Sulawesi Tengah telah diselesaikan. Seluruh pekerjaan tersebut telah mencapai progres fisik 100 persen dan resmi memasuki tahap Provisional Hand Over (PHO) setelah memenuhi ketentuan kontrak.
Program yang dilaksanakan oleh BPJN Sulawesi Tengah itu menghasilkan penanganan jalan efektif sepanjang sekitar 78,88 kilometer yang tersebar di berbagai kabupaten. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus membuka akses menuju kawasan produksi pangan, energi, serta pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Kepala BPJN Sulawesi Tengah Bambang S. Razak melalui Kepala Seksi Preservasi, Kamaruddin Dg Siki, mengatakan seluruh paket pekerjaan telah diselesaikan sesuai target. Beberapa paket memang sempat melalui masa denda, namun seluruhnya berhasil dituntaskan hingga pelaksanaan PHO.
“Berdasarkan data pelaksanaan Program Inpres Jalan Daerah Tahun Anggaran 2025 di Provinsi Sulawesi Tengah, sebanyak 18 paket pekerjaan telah selesai dengan total penanganan efektif sekitar 78,88 kilometer. Seluruh paket tersebut telah mencapai progres fisik 100 persen dan telah dilaksanakan PHO sesuai ketentuan kontrak, termasuk beberapa paket yang penyelesaiannya melalui masa denda,” ujar Kamaruddin dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Rabu (1/7/2026).
Paket pekerjaan tersebut tersebar di sejumlah daerah, yakni Kabupaten Sigi, Donggala, Poso, Parigi Moutong, Banggai Laut, Banggai Kepulauan, Buol, Tolitoli, Morowali, dan Tojo Una-Una.
Keberadaan ruas jalan yang telah ditingkatkan dinilai memberikan dampak positif terhadap mobilitas masyarakat. Infrastruktur yang lebih baik memungkinkan distribusi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, serta komoditas unggulan menjadi lebih cepat menuju pasar maupun pelabuhan.
Selain memperlancar arus barang dan jasa, peningkatan kualitas jalan juga membuka akses menuju fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, pusat pemerintahan, hingga destinasi wisata yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp284,744 miliar untuk menyelesaikan seluruh paket pekerjaan tersebut. Dana tersebut digunakan untuk berbagai bentuk penanganan jalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Menurut Kamaruddin, pembangunan tersebut diarahkan untuk meningkatkan aksesibilitas menuju kawasan produksi pertanian, perkebunan, perikanan, sentra ekonomi masyarakat, sekaligus mendukung pengembangan wilayah strategis.
Program ini juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional, mendukung sektor energi, meningkatkan daya saing wilayah, serta mendorong pemerataan pembangunan di berbagai daerah di Sulawesi Tengah.
Ruang lingkup pekerjaan tidak hanya berupa pembangunan jalan baru, tetapi juga mencakup peningkatan kapasitas jalan, rekonstruksi dan rehabilitasi, preservasi jalan, perbaikan geometrik, penanganan drainase, perbaikan bahu jalan, perkerasan, pembangunan lapis pondasi, penanganan bangunan pelengkap jalan, hingga pekerjaan struktur pendukung lainnya sesuai kondisi lapangan.
Seluruh pekerjaan dilaksanakan mengacu pada standar teknis Direktorat Jenderal Bina Marga agar menghasilkan jalan yang lebih mantap, aman, dan nyaman bagi pengguna.
Mewakili Kepala BPJN Sulawesi Tengah, Kamaruddin menegaskan bahwa Program Inpres Jalan Daerah merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan merata hingga ke wilayah yang memiliki potensi ekonomi.
Menurutnya, infrastruktur jalan tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga berperan dalam menekan biaya logistik, meningkatkan daya saing produk lokal, memperluas akses terhadap layanan dasar, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun dengan baik. Dukungan masyarakat sangat penting agar umur layanan jalan dapat lebih panjang dan manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang. BPJN Sulawesi Tengah juga akan terus berkomitmen menjaga kemantapan jalan nasional melalui program preservasi dan pengelolaan infrastruktur yang berkelanjutan,” tutup Kamaruddin.
Rampungnya seluruh paket Program Inpres Jalan Daerah tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur di Sulawesi Tengah melalui peningkatan konektivitas wilayah, kemudahan akses menuju kawasan produksi dan sentra ekonomi, serta penguatan pelayanan bagi masyarakat di berbagai daerah.









