Ruas Tentena – Taripa Lancar, Kontraktor Pelaksana Bantah Kemacetan Berjam Jam

Informasi mengenai kemacetan panjang hingga disebut melumpuhkan akses lalu lintas di Desa Ompo Didiri, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, mendapat tanggapan dari pihak pelaksana proyek yang tengah menangani ruas jalan tersebut.

General Superintendent PT Jaya Bersama Makmur, Adiarto Pratomo, menegaskan informasi yang menyebut terjadi kemacetan parah hingga lalu lintas lumpuh pada 19 Juni 2026 tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul beredarnya informasi terkait antrean kendaraan berjam-jam dan jalan berlumpur yang disebut menghambat aktivitas transportasi di lokasi pekerjaan.

“Adanya informasi yang menyampaikan tentang macet parah hingga lalu lintas lumpuh di Ompo Didiri pada tanggal 19 Juni adalah info tidak benar,” kata Adiarto.

Menurut Adiarto, berdasarkan data lapangan yang dihimpun tim pelaksana, kondisi cuaca di area pekerjaan selama periode 18 hingga 20 Juni 2026 terpantau cerah dan tidak terjadi hujan.

Karena itu, pihaknya menilai informasi mengenai kemacetan panjang hingga melumpuhkan arus kendaraan tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lokasi proyek.

“Sesuai data lapangan bahwa tanggal 18 Juni sampai 20 Juni cuaca cerah dan tidak ada hujan di area pelebaran jalan. Tidak ada antrean panjang akibat macet, apalagi sampai lumpuh lalu lintas berjam-jam,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama pekerjaan berlangsung, tim lapangan juga mendapat dukungan dari aparat kepolisian untuk membantu pengaturan lalu lintas guna mengantisipasi terjadinya kepadatan kendaraan.

“Tim lapangan kami juga dibantu oleh petugas kepolisian untuk mencegah terjadinya macet parah,” tambahnya.

Dalam Update Jalan Tentena Taripa terbaru, pekerjaan yang sedang berlangsung di lokasi meliputi kegiatan galian batu dan galian biasa untuk mendukung program pelebaran jalan nasional pada ruas tersebut.

Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari tahapan konstruksi yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan jalan bagi masyarakat dan pengguna transportasi yang melintas di koridor tersebut.

Meski pekerjaan konstruksi berlangsung, pihak pelaksana memastikan aktivitas lalu lintas tetap menjadi perhatian utama agar mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik tidak terganggu.

Adiarto menjelaskan pihaknya menerapkan sejumlah langkah untuk menjaga kelancaran arus kendaraan selama pekerjaan berlangsung.

Salah satunya dengan melakukan pembersihan badan jalan secara rutin menggunakan alat berat motor grader.

“Guna memastikan kelancaran lalu lintas kami melakukan pembersihan badan jalan menggunakan motor grader setiap saat sebelum jalan kembali dibuka,” jelasnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan material hasil pekerjaan tidak mengganggu pengguna jalan sekaligus menjaga keselamatan dan kenyamanan selama pelaksanaan proyek berlangsung.

Keberlanjutan pekerjaan pada ruas ini menjadi bagian penting dalam mendukung infrastruktur jalan Sulawesi Tengah, khususnya pada koridor Tentena-Taripa yang menjadi jalur penghubung aktivitas masyarakat dan distribusi logistik.

Dengan berbagai langkah pengaturan lalu lintas yang dilakukan, pihak pelaksana berharap pekerjaan dapat berjalan lancar dan manfaat peningkatan kualitas jalan segera dirasakan masyarakat tanpa mengganggu aktivitas transportasi di lapangan.***