Program Inpres Jalan Daerah Tojo Una-Una ternyata tak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas infrastruktur.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah juga menjadikan program tersebut sebagai bagian dari upaya mendukung kedaulatan pangan melalui perbaikan akses distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat.
Melalui paket Preservasi Jalan Bugi–Kalemba (MYC), BPJN Sulawesi Tengah memperkuat konektivitas wilayah produksi pangan di Kabupaten Tojo Una-Una.
Ruas jalan yang ditangani sepanjang 7,3 kilometer itu diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus mempercepat arus komoditas pertanian dari sentra produksi menuju pasar.
Frangky Eka Paendong, PPK 3.1 Provinsi Sulawesi Tengah, dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Sabtu (20/6/2026), mengatakan pekerjaan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Program Inpres Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2025-2026.
Paket pekerjaan Preservasi Jalan Bugi Kalemba berada di bawah Satuan Kerja PJN Wilayah III Sulawesi Tengah dan ditugaskan kepada PPK 3.1 BPJN Sulawesi Tengah dengan pengawasan PT Bintang Inti Rekatama (KSO) sebagai konsultan supervisi.
Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Karya Anuntolufu berdasarkan kontrak yang ditandatangani pada 17 Desember 2025.
Pekerjaan berlangsung selama 180 hari kalender dan telah mencapai Provisional Hand Over (PHO) pada 14 Juni 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp26.283.888.000.
Dalam pelaksanaannya, proyek BPJN Sulteng Preservasi Jalan Bugi Kalemba mencakup penanganan efektif aspal sepanjang 7,3 kilometer secara menerus.
Pekerjaan meliputi penyiapan badan jalan, timbunan pilihan dari sumber galian, pemasangan agregat kelas A, hingga pengaspalan menggunakan lapisan AC-WC sepanjang 7,3 kilometer.
Ruas yang ditangani membentang dari Desa Dataran Bugi hingga Desa Kalemba, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una.
Jalan tersebut menjadi salah satu akses penting yang menghubungkan kawasan pertanian dan perkebunan masyarakat.
Selain itu, pekerjaan dilakukan dengan lebar penanganan efektif 4 meter dan ketebalan lapisan aspal 6 sentimeter guna meningkatkan kualitas layanan jalan bagi pengguna.
Menurut Frangky, manfaat proyek ini tidak hanya sebatas menjaga kondisi jalan tetap mantap.
Lebih dari itu, keberadaan jalan yang baik menjadi faktor penting dalam mendukung distribusi hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat setempat.
“Upaya ini dilakukan untuk menjaga kondisi jalan tetap mantap serta mendukung konektivitas dan mobilitas warga,” kata Frangky.
Melalui Inpres Jalan Daerah Tojo Una-Una, pemerintah juga berupaya memperkuat rantai pasok sektor pangan dari tingkat desa hingga pasar.
Infrastruktur jalan yang memadai dinilai menjadi prasyarat penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kedaulatan pangan daerah.
Keberadaan jalan yang lebih baik diharapkan mampu menekan biaya transportasi, mempercepat waktu tempuh, serta membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat.
Selain memperlancar aktivitas warga, proyek Rekonstruksi Jalan Bugi Kalemba juga mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian dan perkebunan yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat di Kabupaten Tojo Una-Una.
Dengan rampungnya pekerjaan senilai Rp26,28 miliar tersebut, BPJN Sulawesi Tengah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya menjadi instrumen peningkatan konektivitas, tetapi juga bagian dari strategi mendukung swasembada dan mewujudkan kedaulatan pangan melalui penguatan akses wilayah produksi di Sulawesi Tengah.











